Kamis, 06 Mei 2010

Makalah Motivasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di zaman yang semakin modern ini, sulit untuk bersaing dalam hal mencari pekerjaan. Butuh kemampuan ekstra untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Jalan satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan ini ialah dengan menciptakan pekerjaan sendiri. Dalam hal ini, akal, usaha yang keras, dan kreatifitas yang tinggi lah yang sangat dibutuhkan, supaya pekerjaan tersebut tidak kandas di tengah jalan akibat persaingan yang semakin ketat dan menghasilkan penghasilan yang memuaskan.

Namun untuk mencapai hal tersebut, manusia sering menyerah ditengah jalan. Ini diakibatkan lemahnya mental dalam diri terhadap cobaan-cobaan untuk mencapai sukses. Mereka yang mudah menyerah, kurang memahami lebih dalam apa yang disebut dengan usaha keras. Untuk itulah diperlukan motivasi-motivasi untuk mereka dalam mengiringi usahanya tersebut.

Motivasi bisa didapatkan dimana saja, bahkan secara tidak langsung motivasi bisa didapat asalkan kita bisa melihatnya lebih teliti. Untuk mereka yang masih mudah menyerah dalam berusaha, motivasi bisa didapat dari orang-orang sukses yang sebelumnya telah merasakan asam garam kehidupan. Bahkan dari seorang tukang duplikat kunci pun, kita bisa termotivasi setelah mendengarkan perjalanan hidupnya

B. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah memberikan pandangan dari sisi lain kehidupan agar para pembaca dapat termotivasi. Selain itu makalah ini dibuat untuk menggantikan nilai UAS semester dua untuk mata kuliah Character Building.

BAB II
LANDASAN TEORI

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan atau energi seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).

Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja atau prestasi seseorang. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
(1) durasi kegiatan
(2) frekuensi kegiatan
(3) persistensi pada kegiatan
(4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan
kesulitan
(5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan
(6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan
(7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan
(8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.

BAB III
PEMBAHASAN

Hasil yang kami peroleh di lapangan dengan metode wawancara, telah kami rangkum sedemikian rupa dalam bentuk video atau gambar-gambar. Ringkasan isi wawancara kami ringkas menjadi suatu cerita.
Kami mewawancarai seorang lelaki paruh baya yang berprofesi sebagai tukang duplikat kunci di daerah curug, Kalimalang, Jakarta Timur. Beliau bernama Pak Budiarto. Pak Budiarto telah menggeluti usahanya ini sejak tahun 1977. Beliau mempunyai seorang istri bernama Ibu Nuraini dan telah dikaruniai 4 orang anak serta 7 orang cucu.
Pada awalnya Pak Budiarto adalah seorang kru film di sebuah rumah produksi. Namun beliau merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu karena merasa pekerjaan tersebut tidak mempunyai masa depan yang menjanjikan.
Suatu ketika, Pak Budiarto berkenalan dengan seseorang yang berprofesi sebagai tukang duplikat kunci. Pak Budiarto merasa tertarik dengan pekerjaan tersebut dikarenakan pekerjaan tersebut sangat mudah, tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra, mempunyai nilai seni, dan bisa membantu orang lain.
Beliau pun mulai belajar dari kenalannya tersebut tentang keahlian membuat kunci. Setelah dirasa mahir, beliau memberanikan diri untuk membuka usahaanya sendiri dan meninggalkan pekerjaannya sebagai kru film.
Dengan bermodalkan alaat kikir dan mesin sederhana, kini Pak Budiarto bisa memperoleh keuntungan Rp 50.000/hari. Sehingga dalam sebulan, beliau memperoleh keuntungan Rp 1.500.000, setara dengan gaji pegawai kantoran.
Telah banyak suka duka yang beliau rasakan selama berprofesi sebagai tukang duplikat kunci. Banyak orang yang memandang sebelah mata tentang profesi ini, karena mereka menganggap profesi tersebut sama sseperti maling.
Namun , Pak Budiarto juga mempunyai harapan tentang usahanya tersebut. Beliau ingin menjadi seorang inspirator dan suplayer bahan dasar pembuatan kunci. Namun harapan itu belum juga terwujud karena terbentur masalah modal. Kata-kata yang selalu beliau pegang untuk kuat menjalani hidup adalah, ”Dalam menjalani sebuah kehidupan, janganlah bergaul dengan memandang derajat seseorang. Dengan seperti itu, maka kita bisa mendapatkan ilmu yang lebih”

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perjalanan hidup Pak Budiarto pantas untuk dijadikan sebuah motivasi untuk orang-orang yang merasa belum mencapai suksesnya. Setiap pekerjaan bisa diciptakan semua orang asal mau berusaha dan berkreatifitas tinggi. Profesi yang unik akan lebih dikenal masyarakat dan membuat mereka merasa tertarik.

B. Usul dan saran
Sebaiknya Pak Budiarto harus berusaha lebih giat agar usahanya cepat berkembang. Cobalah mencari relasi atau investor untuk mengembangkan usahanya tersebut.

C. Dokumentasi Kegiatan



Senin, 05 April 2010

ANAS BIN MALIK

Madinah gelisah. Semua orang menatap penuh harap kearah makkah. Seperti menunggu sesuatu dan berharap segera datang dan muncul. Ada rasa cemas dipancaran mata setiap mereka. Ada rasa yang hendak membuncah. Rasa yang tak dapat diterka. Berbahagia atau sebaliknya.
Sesaat kemudian. Tiba-tiba semua orang melompat kegirangan,tua, muda dan anak anak. Semua bergembira. Ditengah mereka seorang ibu bergegas membawa putra ingusannya menuju kerumunan orang banyak. Semua berlomba dan berlari agar mendapat tempat dimana mereka dapat melihat sosok itu sepuas-puasnya. Tak terkecuali ibu dan anaknya tadi. Ikut berhimpitan dengan yang lain agar mendapat tempat didepan.
Beliaulah Ummu Sulaim bersama putra ingusannya Anas Bin Malik. Dan sosok yang dikerumuni adalah Rasulullah yang mulia. Kedatangan Rasulullah saw kemadinah. Itulah yang membuat seluruh madinah melompat keirangan dan itu pulalah yang membuat mereka harap-harap cemas.
Semua orang lantas berlomba memberikan hadiah terbaik mereka untuk Rasulullah yang mulia. Ummu Sulaim yang hidup miskin ditinggal suaminya sewaktu Anas masih kecil ingin sekali memberikan hadiah buat Rasulullah tercinta. Lantas beliau mendatangi kediaman rasulullah saw dengan membawa putra satu-satunya. "wahai rsulullah ,,,Tidak ada di madinah ini baik laki-laki maupun perempuan kecuali mereka memberimu hadiah, dan saya sungguh tidak memiliki apa yang akan saya hadiahkan untukmu kecuali putra kecilku ini, bawalah ia agar bisa mengkhidmah engkau" ucap Ummu sulaim berlinang bahagia. Rasulullah saw tersenyum bahagia dan mengusap kepala Anas kecil dan memeluknya.
Semenjak itu Anas kecil senantiasa bersama Rasulullah saw kapan dan dimanapun. Dan beliau hidup bersama Rasulullah saw selama sepuluh tahun,

Di dalam rumah tangga Rasulullah inilah, Anas bin Malik langsung merasakan betapa kemuliaan akhlak Rasulullah, kelembutan dan kesabaran beliau. Diantaranya adalah sebagaimana yang beliau ceritakan sendiri: "Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya, paling santun dan paling penyayang. Suatu hari beliau mengutusku dan sayapun pergi ke luar. Lalu saya melewati kawanan anak yang bermain di pasar, sehingga saya ikut bermain bersama mereka dan tidak melaksanakan perintah beliau. Ketika saya sedang asyik bermain bersama mereka, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di belakangku dan memegang pakaianku. Akupun menoleh, dan ternyata adalah Rasulullah sedang tersenyum sembari bersabda, "Hai, Anas kecil, apakah engkau telah pergi melaksanakan perintahku?" Saya langsung berkata, "Baik Rasulullah, sekarang saya mau pergi." Demi Allah, saya telah berkhidmat kepada beliau selama sepuluh tahun, dan beliau belum pernah sekalipun memukulku, belum pernah mencelaku, dan belum pernah bermuka masam kepadaku."

Selain kemuliaan bisa hidup serumah dengan manusia termulia, Anas bin Malik juga mendapat barakah do'a Rasulullah. Suatu ketika beliau masuk ke rumah Ummu Sulaim. Maka Ummu Sulaim membawakan korma dan minyak samin kepada beliau. Beliau bersabda, "Kembalikanlah korma dan minyak samin kalian ke tempatnya, sesungguhnya saya sedang shaum." Kemudian beliau berdiri di pojok rumah, lalu melakukan shalat bersama kami, namun bukan shalat wajib, kemudian beliau mendo'akan kebaikan bagi Ummu Sulaim dan keluarganya. Ummu Sulaim pun berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki orang khusus yang saya sayangi." Beliau bersabda, "Siapa dia?" Ummu Sulaim berkata, "Pembantumu, si Anas." Maka beliaupun mendo'akan kebaikan akhirat dan dunia bagiku. Kemudian beliau berdo'a, "Ya Allah berilah ia rezeki harta dan anak-anak, dan berkahilah ia padanya." Do'a Nabi ini di kemudian hari terbukti dalam kenyataan. Anas bin Malik kemudian menjadi orang terkaya dari kalangan Anshar, memiliki keturunan tidak kurang dari seratus orang, dan menjadi Shahabat yang terakhir meninggal dunia karena diberi usia seratus tahun lebih.

Sebagai orang yang terbina dalam rumah kenabian, maka tidak heran jika ibadah beliau sangat mirip dengan apa yang dilakukan tuan sekaligus gurunya. Hal ini sebagaimana disaksikan Abu Hurairah yang berkata, "Saya tidak melihat seorangpun yang shalatnya paling mirip dengan shalat Rasulullah melebihi Ibnu Ummu Sulaim ini."

Selain sebagai seorang ahli ibadah, sebagaimana Shahabat lainnya, Anas bin Malik juga aktif dalam jihad menegakkan agama Allah. Di antaranya adalah saat terjadinya perang Yamamah, jihad menumpas Nabi palsu, yang hampir saja jiwanya terenggut saat beliau terkena kait dari besi panas yang dilempar dari benteng musuh. Namun atas ijin Allah beliau berhasil diselamatkan oleh saudaranya sendiri Baro' bin Malik.

Kekuatan ibadah, kesungguhan menegakkan agama Allah, tak jarang berbuah karomah. Demikian pula yang dialami Anas bin Malik. Suatu ketika penjaga kebun Anas bin Malik mengadu kepadanya bahwa tanahnya mengalami kekeringan. Maka beliaupun keluar ke tanah lapang, melakukan shalat sunnah dan menengadahkan tangan berdo'a kepada Allah. Tak berapa lama kemudian, datanglah awan berarak-arakan. Kemudian turunlah hujan dengan derasnya. Sebagian keluarganya lalu mengecek hujan tersebut. Ternyata hujan tersebut hanya turun di sekitar tanah Anas bin Malik.

Selain telah berkhidmat untuk Rasulullah, beliau juga telah berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin. Tercatat dari beliau terhimpun 1286 hadits Rasulullah. Diantaranya yang sangat berkesan pada jiwa beliau adalah sebagaimana diriwayatkan imam Ahmad, bahwa ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah dan bertanya, "Kapankah terjadinya kiamat?" Beliau bersabda, "Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?" Orang itu menjawab, "Tidak ada, kecuali saya mencintai Allah dan Rasul-Nya." Beliau menjawab, "Sesungguhnya engkau akan bersama orang yang kamu cintai." Mengomentari sabda beliau, Anas bin Malik berkata, "Kami tidak pernah merasakan kegembiraan yang luar biasa selain dari nikmat Islam melebihi kegembiraan kami dengan sabda beliau ini: Sesungguhnya engkau akan bersama orang yang kamu cintai." Anas melanjutkan pembicaraannya, "Saya mencintai Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar. Dan saya berharap akan bersama-sama mereka karena kecintaanku kepada mereka, meskipun saya tidak bisa beramal sebagaimana amal mereka."

Setelah seratus tahun lebih Shahabat mulia ini meramaikan dunia dengan ketaatan kepada Allah, beliaupun tertimpa sakit. Ketika menjelang ajal, kalimat syahadat tak henti-hentinya keluar dari mulut beliau yang mulia. Kemudian para malaikat suci menyambut ruh beliau yang mulia menuju keharibaan-Nya.

Wahai khadimur Rasul... sepuluh tahun engkau torehkan lembaran hidupmu bersama Nabi tercinta... kami mencintaimu karena-Nya. Semoga Allah mempertemukan kita di jannah-Nya. Amien.


Selasa, 29 Desember 2009

ATASI HIV/AIDS DENGAN CARA ISLAM

SATU Desember sudah sejak tahun 1998 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan Hari AIDS Sedunia berawal dari Pertemuan Puncak Menteri-menteri Kesehatan dari 148 negara yang tergabung dalam WHO untuk Program Pencegahan AIDS pada 1 Desember 1988 di London, Inggris.

Sampai sekarang, AIDS masih menempati peringkat keempat penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut WHO (2009) jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 33,4 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 1986 di Bali. Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Adapun berdasarkan data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen. Berdasarkan cara penularan, 75 hingga 85 persen HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah.

Selama ini, penanggulangan HIV/AIDS di dunia maupun di Indonesia secara umum mengadopsi strategi yang digunakan oleh UNAIDS dan WHO. Karena penyakit ini hingga sekarang belum ada obat untuk menyembuhkannya, area pencegahan adalah salah satu prioritas yang harus dilakukan. Di antara program yang masuk dalam area pencegahan pada Strategi Nasional Penanggulangan HIV-AIDS adalah: Kondomisasi, Subsitusi Metadon dan Pembagian Jarum Suntik Steril. Upaya penanggulangan HIV/AIDS versi UNAIDS ini telah menjadi kebijakan nasional yang berada di bawah koordinasi KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional).

Kondomisasi (100% kondom) sebagai salah satu butir dari strategi nasional telah ditetapkan sejak tahun 1994 hingga sekarang. Terakhir, demi memperluas cakupan sasaran penggunaan kondom (utamanya para ABG/remaja yang masih segan kalau harus membeli di apotik), telah lama diluncurkan program ATM (Anjungan Tunai Mandiri) kondom. Adapun Subsitusi Metadon dan Pembagian Jarum Suntik Steril saat ini dilakukan dalam bentuk Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM). Pembagian jarum suntik steril bahkan telah menjadi salah satu layanan di rumah-rumah sakit, puskesmas-puskemas dan di klinik-klinik VCT (voluntary Counseling and Testing). DepKes menyediakan 75 rumah sakit untuk layanan CST (Care Support and Treatmen), tercatat 18 Puskesmas percontohan, 260 unit layanan VCT yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kenyataan berbicara, kondomisasi ini bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah menumbuhsuburkan wabah penyakit HIV/AIDS. Karena secara tidak langsung tentu dengan program kondomisasi ini akan melegalkan sex bebas di kalangan masyarakat. Di AS, kampanye kondomisasi yang dilaksanakan sejak tahun 1982 terbukti menjadi bumerang. Hal ini dikutip oleh Hawari, D (2006) dari pernyataan H. Jaffe (1995), dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (US:CDC: United State Center of Diseases Control). Evaluasi yang dilakukan pada tahun 1995 amat mengejutkan, karena ternyata kematian akibat penyakit AIDS malah menjadi peringkat no. 1 di AS, bukan lagi penyakit jantung dan kanker.

Adapun pemberian jarum suntik steril kepada pengguna narkoba jarum suntik agar terhindar dari penularan HIV/AIDS juga merupakan strategi yang sangat tidak jelas. Memberikan jarum suntik meskipun steril, di tengah-tengah jeratan mafia narkoba sama saja menjerumuskan anggota masyarakat kepada penyalahgunaan narkoba. Apalagi para pengguna narkoba ini tetap berisiko terjerumus pada perilaku seks bebas akibat kehilangan kontrol, meskipun mereka telah menggunakan jarum suntik steril.

Jelaslah, bahwa memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).

Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.

Kedua: Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.

Ketiga: mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More